Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Uranium, Bahan Tambang Penghasil Listrik Super Besar

bijih uranium
gambar bijih uranium

Saat ini, bahan tambang yang banyak digunakan dan dengan jumlah yang sangat besar untuk menghasilkan energi listrik adalah batubara. Namun masih ada satu lagi bahan tambang yang digunakan untuk menghasilkan listrik yang bahkan dapat mengalahkan batubara, yaitu uranium.

Apa itu Uranium?

Uranium merupakan unsur terberat dari semua unsur yang terjadi secara alamiah , uranium 18.7 lebih padat dari air. Uranium adalah elemen Radioaktif yang digunakan dalam menciptakan reaksi fisi nuklir, biasanya digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk menghasilkan energi. 

Namun uranium bisa dimanfaatkan untuk persenjataan nuklir (bom dengan berbahan misil nuklir). Satu (1) kilogram uranium alami dapat menghasilkan panas sebesar 20.000 kilogram Batubara. Uranium alami ditemukan di kerak bumi yang sebagian besar terdiri dari campuran dari dua isotop yaitu:
- 99.3% - Uranium-238 Isotop (U-238)
- 0.7% - Uranium-235 Isotop (U-235)

Isotop U-235 lebih penting karena dalam kondisi tertentu dapat dengan mudah terbelah, menghasilkan banyak energi sehingga disebut fisi atau disebut dengan fisi nuklir.

Geologi Pembentukan Uranium

Uranium terbentuk disejumlah lingkungan geologi yang berbeda yaitu di Batuan Beku (Igneous), Batuan Hidrotermal (Hydrothermal) dan Batuan Sedimen (Sediment). Negara Australia salah satu produsen uranium yang sebagian besar cadangan uraniumnya terbentuk di batuan sedimen. Batuan Sedimen jenis Batupasir merupakan penyumbang 18% sumber daya/cadangan uranium dunia.

Berdasarkan Data World Uranium Mining; sekitar 62% uranium yang berada dipasaran diperoleh dari tambang-tambang di Kazakhstan, Kanada dan Australia dengan persentase :
11 % dari Australia
18 % dari Kanada
33 % dari Kazakhstan
38 % dari Negara lainnya seperti Nigeria, Rusia dan Uzbekistan.

Pada tahun 2010 yang menduduki peringkat pertama produksi uranium ialah Kazakhstan dengan total produksi 17.803 ton.

Proses Penambangan Uranium

Bijih uranium ditambang dengan metode tambang terbuka (open pit) atau dengan metode tambang bawah tanah (underground mine) dengan proses pengeboran dan teknik peledakan. Jika kedalaman deposit uranium dibawah 100 meter akan ditambang dengan metode tambang terbuka, namun bila kedalaman lebih 120 meter diterapkan metode penambangan bawah tanah.

Bijih yang telah ditambang kemudian dikirim ke pabrik pengolahan untuk di hancurkan (crushing) kemudian digiling menjadi bubuk halus. Di pabrik pengolahan bubuk halus ditambahkan Asam sehingga terjadi ikatan uranium ke asam. 

pembangkit listrik tenaga nuklir
gambar fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir

Bahan tersebut disaring dan dikeringkan sehingga menjadi bubuk kuning kecoklatan yang mempunyai nilai konsentrasi uranium sekitar 80%. Bahan ini sering disebut Yellowcake atau Kue Kuning.

Uranium dikirim ke fasilitas pengayaan untuk diproses menjadi bahan bakar reactor nuklir (PLTN). Dalam proses pengayaan dapat meningkatkan proporsi Isotop U-235 dengan memisahkannya dari Isotop U-238 melalui proses Centrifuge. Bahan Yellowcake diubah menjadi uranium gas Hexaflouride (UF6), bahan baku untuk pengayaan uranium.

Penggunaan Uranium

Ketika inti atom U-235 menangkap neutron yang bergerak, terbagi menjadi dua (fisi) dan kemudian melepaskan sejumlah energi dalam bentuk panas. Energi panas inilah yang dimanfaatkan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir untuk menghasilkan energi listrik.

Level pengayaan dari U-235 dengan persentase 90% masuk dalam kategori kelas senjata. Dengan 20% pengayaan tinggi uranium masih dapat digunakan untuk senjata. Dengan persentase 3% uranium pengayaan rendah masuk dalam kategori kelas reaktor. Sedangkan persentasi 0.7% ialah uranium yang terbentuk secara alami.


dP.

Post a Comment for "Mengenal Uranium, Bahan Tambang Penghasil Listrik Super Besar"